Nabi dan Great Man Theory #rant

Zaman sekolah dasar dan SLTP dulu saya diajari dalam pelajaran PPKN bahwa yang namanya agama itu 1) punya nabi, 2) punya tuhan, 3) punya ritual, dan 4) punya kitab suci. Kalau ndak punya itu semua maka tidaklah lengkap sebagai agama, cuma kepercayaan sahaja. Namun kemudian saya belajar lagi. Ketika para antropolog berbicara tentang agama mereka bicara tentang hal lain lagi, agama adalah segala hal non material yang dialami manusia.

640px-meister_des_al-mubashshir-manuskripts_003

Solon mengajar di Athena.

Barusan saya nemu buku berjudul “Kekuasaan dan Negara: Pemikiran Politik Ibnu Khaldun.” Belum sempat saya baca, baru buka sedikit saya menemukan catatan kaki yang menyatakan “Pendapat Ibnu Khaldun ini jelas sekali diarahkan untuk menentang para ahli ilmu kalam dalam Islam yang menyatakan bahwa kehidupan manusia apapun juga tidak mungkin terjadi tanpa nabi.”

Oh okay. Segala bentuk masyarakat tidak terjadi secara organik saja namun harus ada nabi yang mendapat petunjuk langsung dari Allah untuk membentuk masyarakat.

Sebagaimana gambar diatas, masyarakat Athena tidak menjadi Athena yang kita kenal tanpa solon yang menjabarkan hukum dan konstitusi Athena. Di Sparta masyarakat militernya dibentuk oleh aturan-aturan dari Lykurgos. Mereka adalah tokoh sejarah yang kisahnya diiringi oleh berbagai mitos, sebagaimana nabi Musa yang memberi mosaic law kepada bangsa Israel. Inilah Great Man Theory dalam filsafat sejarah Islam.

Lalu bagaimana dengan pelbagai sukubangsa yang tidak mengenal nabi dalam mitologinya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s