Senjakala Sang Syaikh

abubakar-baasyir-2011

Mereka yang memperjuangkan idenya di luar kehendak masyarakat memang memberikan kita cerita yang tidak ada habisnya. Meski selalu ada cerita-cerita baru, namun ada kalanya tokoh-tokohnya harus mengundurkan diri untuk memberi jalan bagi tokoh baru. Tampaknya kini sesepuh jihadist Indonesia memasuki masa senjanya.

Akhir-akhir ini kita mendengar berita tentang kesehatan beliau yang telah memburuk. Jokowi sempat mengusulkan agar beliau menjadi tahanan rumah saja, namun akhirnya rencana ini diganti dengan rencana pemindahan ke lapas Klaten. Muncul berbagai upaya untuk mendekatkan beliau dengan keluarga. Namun senjakala kisah beliau bukan hanya mengenai kesehatannya.

Kisah Abu Bakar Ba’asyir sebagai generasi ketiga pejuang negara Islam di Indonesia memang berliku. Pada awalnya menjadi kader NII yang memimpin jihadist lulusan Afghanistan, kemudian bersama-sama Abdullah Sungkar keluar dari NII dan membentuk Jama’h Islamiyah. Jamaah Islamiyah memiliki hubungan dengan jaringan global Al-Qaidah, tak heran ketika terjadi perpecahan diantara kalangan jihadist dunia ia pun terseret di konflik ini meski ia sedang dipenjara.

1248196baasyir780x390

Muncul foto Abu Bakar Ba’asyir bersama beberapa terpidana terorisme berpose dengan bendera hitam yang digunakan sebagai identitas da’es. Foto ini menimbulkan banyak perdebatan. Masyarakat umum mempertanyakan upaya yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan dalam membina para terpidana terorisme. Di lain pihak pelbagai kalangan yang sudah berbai’at kepada al-Qaidah memprotes implikasi mendekatnya Ba’asyir kepada da’es.

Sepanjang 2014-2015 internet Indonesia diisi perdebatan antara simpatisan da’es dan al-Qaidah. Sebetulnya di level media sosial perdebatan diantara mereka kualitasnya cukup buruk. Namun di sini kita mendapati Ba’asyir tidak lagi dapat berperan sebagai orang yang dituakan dan memberikan wejangan mengenai konflik da’es dan al-Qaidah. Tidak ada pesan dari beliau sementara putra-putranya mendirikan organisasi baru dan membentuk organisasi baru.

article-0-2068026400000578-42_634x896

Jakarta Post (8 Maret 2018) menyebut Ba’asyir sudah kehilangan pengaruhnya. Aman Abdurrahman yang mendorong Ba’asyir untuk berbay’at kepada da’es ketika dipenjara kini muncul menggantikan peran Ba’asyir sebagai pemimpin spiritua; jihadis yang berafiliasi kepada da’es. Di sisi lain aktivitas global al-Qaidah juga menurun, aksi-aksi teror yang kita temui akhir-akhir ini dinisbatkan pada da’es.

Kini dengan kesehatan yang terus menurun dan pengaruh yang hilang, kita hanya dapat berharap paham takfiri nantinya juga akan tidak relevan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s