Ketidaktelitian hingga Anakronisme

Dalam posting saya beberapa waktu lalu saya membahas tentang kongres pemuda, ndak detil hanya membahas sedikit kesenjangan ruh kongres 1928 dan 2013. Ternyata di sana pun saya tergelincir dalam ketidaktelitian historis. Setelah membaca blog tetangga, mbak Retno Iswandari mengingatkan bahwa kongres tersebut tidak menyebutkan kongres itu tidak hendak mengubah Indonesia menjadi berbahasa satu. Continue reading

Advertisements

Triple Kill: Fairy, NICA, dan Bumi Geulis

Hari minggu 10 November kemarin saya mendekam seharian penuh di kamar, berusaha membaca seupil data statistik yang saka tukil dari rangkuman arsip Peter Bloomgaard untuk kemudian dibuat jadi makalah. Dasar saya yang memang kelasnya DDR (Daya Dong Rendah), saya gagal menghasilkan suatu imajinasi kreatif untuk membuat narasi sejarah.

imagination, you just need that.

Alhasil saya justru mengumpulkan beberapa hal yang mengganggu ketentraman hati saya. Continue reading