Rasjidi, tentang Keislaman Dirinya

mohammad-rasjidi

“Berat bagiku untuk melakukan sembahyang lma kali sehari. Sering aku meninggalkan, sering aku merangkap sembahyang, ini namanya “Qadha”. Orangtua Jawa menamakan “Kolo:. Baru setelah aku menjadi tua, aku dapat menunaikan ibadah sehari-hari pada waktunya. Dalam jiwaku terdapat Islam abangan, Islamnya orang-orang yang tak mengetahui seluk beluk pengetahuan Islam. Islam yang dipeluk oleh almarhum bapakku, Atmosudigdo. Aku dapat nembang pangkur, mijil, kinanti, aku dapat menulis huruf Jawa; waktu aku kawin aku memilih memakai blankon dan wiron. Aku senang sekali menonton wayang orang dan tari serimpi … Dalam jiwaku terdapat Islam orthodoks; aku menghafal Alfiyah Imam Malik, Matan Rahbiyyah, dan lain-lain … Tetapi aku ini juga seorang Muslim yang modern. Walaupun aku tidak pernah mengunjungi sekolah Belanda, tetapi aku paham membaca buku-buku dalam bahasa Belanda. Di samping itu, aku lancar berbahasa Prancis.

Muhammad Rasjidi, sebagaimana dikutip oleh Azyumardi Azra (2002: 298).

Sriwijaya, antara Islam dan Buddhisme

Menjelajah jagad maya kita akan mendapati berbagai informasi yang kadang membuat kita bingung. Salah satunya adalah mengenai bermulanya Islam di negeri ini. Bukti paling awal interaksi antara warga negeri ini dengan pusat kekuasaan Islam adalah surat dari Raja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Azziz.

Borobudur_shipEntah bagaimana ceritanya ini kemudian sebagian orang menjadikan ini justifikasi bahwa Sriwijaya adalah kerajaan Islam dan Indonesia sudah Islam sejak masa salafushalih. Stay tuned to see how this is bullcrap.

Continue reading

Demonifikasi Islam Nusantara, Fair atau Tidak?

opini-membongkar-jamaah-islam-nusantara-jin-84-l

Menjelang Ramadhan kemarin saya menemui sebuah tulisan dari Habib Rizieq Shihab. Dalam tulisannya ia mengungkapkan bahaya dari Jamaah Islam Nusantara yang ia singkat dengan sebutan JIN. Untuk mewarnai tulisan tersebut maka diberikan pula gambar pocong yang menggunakan kain batik.

Continue reading