Narasi Sejarah dan Penguasa Indonesia

“Those who control the present, control the past and those who control the past control the future.” George Orwell, 1984.

12087319_1244889438870999_3681318535869119823_o

Kalimat ini membawa pesan mimpi buruk novel 1984 ketika Inggris dikuasai rezim totalitarian yang mengontrol segalanya. Dalam rangka mempertahankan kekuasaannya rezim ini terus-menerus  menulis ulang sejarah untuk menyesuaikan agenda kontemporer mereka. Rezim ini selalu berusaha menghapus kenangan akan kehidupan masa lalu untuk konstruksi yang mendukung legitimasi rezim ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Continue reading

Advertisements

[Book Review] Praktik Relasi Kekuasaan Soeharto dan Krisis Ekonomi 1997-1998

Reformasi 1998 adalah episode penting yang telah menjadi bagian dari mitologi sejarah Indonesia. Mulai dari kegagalan pemerintahan Soeharto untuk menangani krisis ekonomi (dan berbagai krisisyang muncul bersamaan) hingga demonstrasi mahasiswa yang berujung pada pengunduran diri Soeharto adalah topik yang masih hangat dibicarakan hingga kini. Dalam khazanah pengetahuan sejarah kita mengenai reformasi ini Fredy L Tobing menyumbangkan buku yang menceritakan usaha Soeharto dalam mengatasi krisis tersebut.

praktik relasi kekuasaan soeharto dan krismon
Continue reading

Indonesian Politics Under Soeharto [REVIEW]

Buku ini saya temui di Perpustakaan Kolese Santo Ignatius yang terletak di sebelah Gereja Kota Baru Yogyakarta. Sebagaimana biasanya mahasiswa ndak modal, saya memfotokopi buku tersebut namun karena sistem peminjaman dan fotokopi di sana (baca di tempat + fotokopi sebagian bab) menyebabkan saya mengkopi dari dua edisi yang berbeda. Jadilah buku frankenstein dengan halaman melompat-lompat karena ada bab yang tidak ditemui di edisi pertama.

vatikiotis_indonesia_under_soeharto Continue reading

40 Years of Silence [REVIEW]

 “40 Years of Silence: An Indonesian Tragedy” adalah film sepanjang 86 menit karya Robert Lemelson yang memotret pengalaman-pengalaman korban pembersihan PKI pasca kudeta 1965. Film ini menyajikan testimoni dari empat keluarga dengan berbagai latar belakang sosial dan etnis yang berbeda-beda.

40-Years-of-Silence-Poster Continue reading

Menyibak Tabir Orde Baru [REVIEW]

JusufWanandi

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) adalah salah satu think-tank yang menopang berdirinya Orde Baru. Sebagai organisasi intelektual yang didirikan oleh Tionghoa non-muslim ia sering mendapat permusuhan dan disalahkan oleh kelompok-kelompok Islam dan pribumi atas kebijakan yang diambil oleh Orde Baru.  Setelah 15 tahun runtuhnya Orde Baru tentulah Jusuf Wanandi, satu dari duo pendiri CSIS, ingin berbagi pikiran tentang perannya menopang Orde Baru. Continue reading