Jenis-Jenis Konstruksi Tali Panjat

Kegiatan di alam seringkali memerlukan berbagai perlengkapan khusu, kecuali jika anda adalah seorang minimalist yang sedang mempraktekkan survival ala bushcraft. Kegiatan mountaineering, speleologi, maupun arboriculture adalah kegiatan terkait panjat-memanjat, baik memanjat tali itu sendiri maupun memanjat tebing/dinding. Pada awalnya kegiatan ini menggunakan tali yang tersedia di zaman tersebut, umumnya tali dari bahan alam seperti hemp, jute, atau raffia. Kini dengan perkembangan teknologi tali tersebut dibuat dari bahan sintetis dan konstruksinya pun amat berbeda. Berikut beberapa konstruksi tali yang bisa anda temui dalam kegiatan panjat.

  • Hawser laid

Hawser laid adalah teknik konstruksi tali tertua, dalam teknik ini serat yang menjadi bahan tali digabungkan dengan memilinnya. Biasanya pilinan tali ini terdiri dari dua tahap. Pada tahap pertama kumpulan benang/serat dikumpulkan kemudian dipilin searah jarum jam atau kebalikannya. Dibutuhkan 3 pilinan dengan ketebalan dan panjang yang sama untu kemudian disatukan dan dipilin menjadi tali.

Pilinan ini disesuaikan dengan bahan dan kekakuan tali, makin kuat bahan makin banyak putaran per meter yang dapat diterima, namun ini menyebabkan talinya kaku. Ketrampilan membuat tali ini wajib dimiliki penggalang di Boys Scout of America. Komunitas Bushcraft juga dipastikan biasa membuat talidari serat alam.

Para perintis pemanjat tebing di abad 19 menggunakan tali hawser untuk pengaman, tali tubuh, maupun penyebrangan tyrolean. Tentu saja tali yang digunakan adalah tali buatan industri/pengrajin terpercaya.

Karena tali hawser dibuat dengan dipilin, tali ini rawan berbelit dan terurai oleh pemakaian. Ujung tali harus disimpul khusus (splice) agar tidak terurai, begitupula menyimpan dan membawanya b gulungannya harus benar agar tidak mnyebabkan talinya berbelit.

Tali ini bisa ditemukan di toko bahan bangunan dengan ukuran diameter 2-40 mm, atau coba cari di bukalapak/tokopedia dengan term “tali nilon.”

  • Kernmantle

Di era modern kita menemukan tali yang dikenal dengan nama kernmantle. Sesuai namanya konstruksi tali ini terdiri dari inti (kern, Jerman) dan mantel/pelindung (mantle, Jerman). Konstruksi ini lebih baik daripada hawser laid karena dengan adanya mantel, maka inti terlindung dari kerusakan akibat gesekan dengan permukaan kasar ketika tali digunakan.

Kernmantle_climbing_rope_dynamic_Sterling_10.7mm_internal_yarns_and_plies

Inti dari tali kernmantle tidak lain adalah beberapa tali hawserlaid diameter kecil. Penggunaan beberapa inti ini bertujuan untuk memberikan redundansi (apabila salah satu inti rusak/putus maka ada beberapa inti lainnya) dan juga inti tali menggunakan pilinan S dan Z sekaligus untuk mengurangi belitan tali.

Mantel tali dibuat dengan menjalin benang, biasanya untuk tali ukuran kecil-sedang (diameter 8-11 mm) menggunakan konstruksi 32 benang sedangkan untuk ukuran besar (diameter 11,5-15mm) menggunakan konstruksi 48 benang. Benang mantle dapat menggunakan bahan yang sama dengan inti (nilon atau poliester) atau menggunakan bahan tahan gesek/tahan api (aramid/kevlar).

  • Double braid

Tali konstruksi double braid tidak lain adalah tali dengan inti dan mantle berupa jalinan tali. Keuntungan tali jenis ini adalah ujung talinya dapat dibuat menjadi sebuah loop tertutup tanpa menggunakan jahitan atau simpul, oleh karena itu kekuatan tali dapat dipertahankan.

crop

Konstruksi double braid pada awalnya amat luas digunakan di dunia pelayaran. Dengan kemunculan aktivitas arboriculture (pengasuhan pohon) yang membutuhkan ujung tali yang memiliki loop atau mata/eyelet pada tali utama maupun tali prussik, produsen tali mulai menyediakan tali dengan konstruksi double braid untuk aktivitas ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s