Narasi Sejarah dan Penguasa Indonesia

“Those who control the present, control the past and those who control the past control the future.” George Orwell, 1984.

12087319_1244889438870999_3681318535869119823_o

Kalimat ini membawa pesan mimpi buruk novel 1984 ketika Inggris dikuasai rezim totalitarian yang mengontrol segalanya. Dalam rangka mempertahankan kekuasaannya rezim ini terus-menerus  menulis ulang sejarah untuk menyesuaikan agenda kontemporer mereka. Rezim ini selalu berusaha menghapus kenangan akan kehidupan masa lalu untuk konstruksi yang mendukung legitimasi rezim ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Continue reading

Advertisements

Nabi dan Great Man Theory #rant

Zaman sekolah dasar dan SLTP dulu saya diajari dalam pelajaran PPKN bahwa yang namanya agama itu 1) punya nabi, 2) punya tuhan, 3) punya ritual, dan 4) punya kitab suci. Kalau ndak punya itu semua maka tidaklah lengkap sebagai agama, cuma kepercayaan sahaja. Namun kemudian saya belajar lagi. Ketika para antropolog berbicara tentang agama mereka bicara tentang hal lain lagi, agama adalah segala hal non material yang dialami manusia.

640px-meister_des_al-mubashshir-manuskripts_003

Solon mengajar di Athena.

Continue reading

Kalah Dua Kali

Agak risi juga ketika kemarin melihat lagi tulisan tentang Gaj Ahmada kembali muncul di grup WA yang saya ikuti. Sebelumnya sudah beberapa kali melihat tulisan itu dalam beberapa obrolan, tapi saya ndak tergerak ‘debunking’ poin-poin argumennya.

IMG_20170616_134445 Continue reading

Indonesianist dan Penulisan Sejarah Indonesia

Tulisan ini memang terilhami oleh liputan khusus Tempo tahun 2011 mengenai Indonesianist asal Amerika. Ketika ketiban tugas menulis tentang Indonesia dan Amerika sayapun kepikiran mengambil topik ini. Silahkan rekan-rekan membacanya. Mohon maaf bila kepanjangan dan tanpa gambar. Mohgon maaf juga bila saya tidak membaca beberapa karya Indonesianis-indonesianis yang saya bahas, tetapi mengambil review dan wacana yang membahasnya.

capture

Lanjut>>> Continue reading

Sebuah Dongeng tentang Kalender

nafir_maroko

Semenjak manusia dianugrahi modernitas kognitif, manusia muklai mengolah diri dan lingkungannya. Ia menandai apa-apa yang tetap, segala ritme, dan dan hal-hal yang menakjubkan atau menakutkan baginya. Perlahan-lahan manusia menandai kapan dimulainya hujan, kapan buah tertentu siap dipetik, kapan perburuan akan dilakukan. Mereka yang hidup di negeri empat musim tentunya memiliki ritme hidup berbeda dengan mereka yang hidup di negeri tropis. Continue reading

Taman Gantung Mesopotamia

hangg_heemskerck

Mesopotamia (Yunani : Μεσοποταμία) yang berarti “negeri di antara dua sungai”, dikenal juga sebagai Lembah Sungai Eufrat & Tigris adalah peradaban tertua di dunia. Arnold Toynbee (2006: 51-86) membahas bagaimana peradaban Mesopotamia berkembang berbarengan dengan peradaban Lembah Sungai Nil, dan secara kebetulan lebih dahulu membentuk kehidupan urban dan masyarakat kompleks lebih dari sekitar 5-6 ribu tahun lalu.

Peradaban ini berumur cukup lama dan meninggalkan jejak dalam ingatan bangsa-bangsa dunia melalui rekaman dua kebudayaan : kebudayaan Yahudi dan kebudayaan Yunani. Melalui kebudayaan Yahudi kita mendengar kisah tentang Menara Babel sementara bangsa Yunani menyebutkan tentang Menara Gantung Babilon sebagai satu dari 7 keajaiban dunia yang mereka kenal pada zaman mereka.

Seperti apakah taman gantung ini? Let’s find out! Continue reading