Restorasi Meiji dan Modernisasi Jepang

Jepang adalah salah satu kekuatan asing yang melakukan intervensi di Tiongkok dalam Pemberontakan Boxer (1900).1 Pasukan Jepang menjadi satu-satunya kekuatan yang berasal dari Asia yang tidak berada di bawah pengauh Eropa (Inggris membawa pasukan dari India ketika itu).

Generals_Pyongyang_MigitaToshihide_October1894

Jendral Dinasti Qing menyerah pada perwira Jepang di Pyongyang 1894.

Padahal belum lama sebelumnya Jepang sendiri mengalami tantangan hampir serupa sejak abad 19 ketika kapal-kapal Eropa mulai berdatangan. Bahkan dengan kedatangan 1853 armada Komodor Perry sampai di perairan Jepang mereka harus menghadapi paksaan permintaan dari Amerika Serikat untuk membuka diri mereka bagi Amerika.2 Tentu saja keberhasilan Jepang menempatkan dirinya menjadi sejajar dengan kekuatan Eropa amat mengagumkan dan patut kita bahas.

Akhir Era Edo

Shogun Tokugawa memimpin Bakufu3 yang memerintah Jepang sejak abad 16 dengan ibukota di Edo sehingga era ini dikenal sebagai Era Edo. Sejak abad 17 pemerintahan mereka layaknya hendak menghentikan gerak waktu, mencegah dengan segala cara hal-hal yang dapat menimbulkan perubahan sosial. Namun dalam pemerintahan Edo Jepang dapat mencapai masyarakat yang cukup makmur dan damai. Hal ini terlihat dari anjuran yang dikeluarkan untuk hidup sederhana dan pembatasan bagi kalangan militer (samurai) untukhidup di dalam Benteng dan tidak melakukan kekerasan.4

Namun masyarakat yang selama dua abad cukup mapan secara internal ini tidak mampu menghadapi tantangan baru yang muncul kemudian. Kemunculan berbagai kapal Eropa mendorong Bakufu membentuk komite “studi Belanda” untuk mempelajari Barat pada 1811, namun ide-ide yang amat asing justru menyebabkan anggota komite ini dijebloskan ke penjara dan akhirnya Shogun menetapkan isolasi penuh. Raja Belanda juga mengirimkan surat yang menjelaskan kemajuan teknologi dan tantangan baru dari dunia Barat untuk membujuknya membuka diri, namun ia tidak menanggapinya.5 Jelas bahwa dalam menghadapi ini justru muncul kelemahan Shogun dalam mengambil keputusan.

Komodor Perry datang dengan membawa ancaman mengiringi surat santun dari Presiden Millard Fillmore yang meminta perlakuan baik bagi kapal karam, izin berdagang, dan suplai batu bara. Tentu saja ini mengusik harga diri bangsawan keluarga Shogun, namun beberapa bangsawan lain melihat ancaman dari kekuatan militer Amerika. Menghadapi berbagai nasihat ini Shogun tidak mengeluarkan keputusan apa-apa. Salah seorang anggota senior dewan Tokugawa bernama Abe Masahiro akhirnya berinisiatif menerima sebagian besar tuntutan Perry kecuali mengenai izin dagang.6

Komodor Perry memaksa penguasa Jepang untuk menerimanya dengan upacara besar kemudian ia memaksakan tuntutan-tuntutan Amerika.

Komodor Perry memaksa penguasa Jepang untuk menerimanya dengan upacara besar kemudian ia memaksakan tuntutan-tuntutan Amerika.

Negara-negara lain segera berlomba-lomba untuk mendapatkan konsesi serupa dan izin dagang, namun pemerintahan Edo hanya mengulur-ulur waktu selagi menghadapi persaingan antara pengganti Shogun Ieyasu. Townsend Harris melakukan diplomasi sambil membawa ancaman akan datangnya armada Inggris. Kegagalan Nariaki Tokugawa yang anti-asing dalam mencari pengaruh akhirnya memberi jalan disahkannya perjanjian pada musim panas 1858 dan dibukanya perdagangan Jepang dengan lima negara (Preancis, Russia, Belanda, Inggris, dan Amerika).7

Dalam menghadapi pengaruh asing ini Bakufu berkonsultasi dengan istana. Hal ini amat berbeda dengan keadaan sebelumnya, Bakufu sebagai penguasa de facto tidak pernah menghiraukan istana dalam memerintah Jepang. Kaisar menolak memberikan surat tahta sebagai pengesahan keputusan ini, menyebabkan Bakufu harus melakukan perjanjian dengan tanggung jawabnya sendiri. Hal ini amat merusak kewibawaan Bakufu sebagai penguasa Jepang.8

Gerakan Anti-Bakufu dan Restorasi Meiji

Kegagalan Bakufu dalam menghadapi Barat menyebabkan rasa malu di kalangan samurai. Muncul kalangan “bersemangat tinggi” – disebut shishi – yang melakukan aksi-aksi melawan Ii Naosuke, tokoh sentral Tokugawa dalam menerima tuntutan asing. Aksi-aksi ini semakin lama semakin keran, bertujuan memancing konflik antara bakufu dengan Barat. Pada maret 1860 akhirnya Ii Naosuke terbunuh di kantor perwakilan Inggris.9

Coshu dan Satsuma adalah wilayah yang paling banyak bersentuhan dengan bangsa Barat, sehingga mereka pula yang memberikan reaksi anti-Barat dan anti-Bakufu. Sebuah insiden terjadi di Satsuma pada bulan September 1862. Kerusuhan terjadi karena pedagang Inggris tidak memberikan penghormatan yang diharapkan para samurai untuk iring-iringan pengantar jenazah tuan mereka. Pemerintah Bakufu memberi ganti rugi sementara pemerintah Satsuma menolak sampai akhirnya dihujani oleh meriam Inggris pada Agustus 1863. Sementara itu aksi shisi di Kyoto berhasil memaksa Bakufu mengeluarkan dekrit pengusiran terhadap Barat. Bakufu menjadikan diplomasi sebagai dalih dilaksanakannya dekrit ini, namun Daimyo Coshu yang tidak sabar mengambil tindakannya sendiri. Kapal-kapalnya menyerang kapal Amerika di Shimonoseki sedangkan meriam-meriam pantainya menghujani kapal asing yang melintas. Armada gabungan 4 negara akhirnya menghukum Coshu dan memaksakan perjanjian ganti rugi yang besar pada 14 September 1864.10

生麦事件 Namamugi-jiken, para samurai Satsuma marah pada pedagang Inggris yang tidak memberi hormat pada mereka.

生麦事件 Namamugi-jiken, para samurai Satsuma marah pada pedagang Inggris yang tidak memberi hormat pada mereka.

Tokugawa Iemochi mewariskan kekuasaanya pada Tokugawa Yoshinobu pada 1866. Menghadapi kondisi yang berat ini ia enggan menerima gelar Shogun yang bertanggung jawab atas keamanan Jepang dari orang asing, memilih hanya menjadi kepala keluarga Tokugawa saja. Namun akhirnya pendukungnya berhasil mendesaknya menerima mandat itu. Dalam satu bulan Kaisar Komei yang menganjurkan pendekatan damai juga meninggal. Sebagai Shogun Yoshinobu berusaha melakukan modernisasi administrasi pemerintahannya menyerupai kabinet dan berhasil membujuk Kaisar mebuka pelabuhan Hyogo.11

Namun kekacauan anti-Bakufu terus membesar dengan munculnya aliansi Coshu-Satsuma yang dipimpin oleh Saigō Takamori and Kido Takayoshi.12 Pada 1867 Iwakura Tomomi dan Sanjo Sanetomi dari istana membangkitkan usaha untuk merestorasi kekuasaan Kaisar. Pada 9 September istana merestui Satsuma dan Coshu untuk menyerang Bakufu, namun Bakufu mengajukan pengembalian kekuasaan atas Daimyo kecuali di wilayah Bakufu. Perundingan dan usaha mempertahankan kekuasaan keluarga Tokugawa gagal dengan pecahnya perang13 pada tanggal 3 Oktober 1868 yang dikenal dengan Perang Boshin.14

Dengan runtuhnya kekuasaan Shogun dan pemerintahan Bakufu maka kini Kaisar Meiji memiliki kekuasaan langsung atas semua daimyo. Untuk pemerintahan barunya Ia membentuk tiga jabatan baru yaitu Sosai (perdana mentri), Giyo (anggota dewan penasihat senior), dan San-yo (anggota dewan penasihat muda). Pada 6 April 1868 ia mengeluarkan sumpah jabatan (Gokajo no Goseimon) mengenai asas pemerintahannya yang berisi:

  1. Dewan-dewan musyawarah akan dibentuk secara luas dan tiap-tiap kebijaksanaan akan ditetapkan berdasarkan musyawarah;

  2. golongan tinggi dan rendah harus bersatu dalam melaksanakan rencana-rencan bangsa yang penuh gairah;

  3. semua kelas akan diperbolehkan memenuhi cita-cita adil mereka dan mendapat rasa puas;

  4. Adat istiadat masa lalu yang tidak baik harus dihapus, dan asas-asas yang adil dan wajar haruslah menjadi dasar kebijaksanaan kita;

  5. pengetahuan harus dicari di seluruh dunia agar supaya kesejahteraan kerajaan dapat ditingkatkan.15

Kaisar Meiji menerima utusan asing. Modernisasi Jepang di Era Meiji membawa negeri ini setara dengan Eropa.

Kaisar Meiji menerima utusan asing. Modernisasi Jepang di Era Meiji membawa negeri ini setara dengan Eropa.

Mengenai pengejaran ketertinggalan dalam bidang pengetahuan sebenarnya sudah diusahakan oleh Bakufu dengan menugaskan utusan yang dikirim ke Amerika dan Eropa (termasuk beberapa anggota studi Belanda) untuk mempelajari dan mencatat masyarakat sana. Namun catatan mereka hanya disimpan saja. Pengiriman yang lebih berguna adalah pengiriman siswa ke Belanda (1862), Russia (1865), dan Inggris (1867), mereka sebagian besar mengikuti pendidikan angkatan laut, hanya sedikit yang belajar hukum dan ekonomi. Daimyo Coshu dan Satsuma juga mengirimkan siswa dengan maksud yang sama, namun mereka belajar hal yang berbeda yaitu ilmu hukum, politik, ekonomi, teknik, bahkan sastra dan humaniora. Peraqn mereka penting dalam mempersiapkan masyarakat Meiji yang baru amatlah penting meski tidaklah mencolok.16

Pembentukan Negara Modern

Dalam pemerintahannya raja dilayani oleh Daijokan dengan sistem yang masih primitif. Para pejabat, terutama yang ikut serta dalam perjuangan meruntuhkan shogun, mengambil langkah memindahkan Kaisar dan ibukota ke Edo dan menyingkirkan para pejabat yang tidak memiliki kecakapan yang dibutuhkan.17

Muncul pandangan untuk menghapuskan sistem feodal (Han chiken) yang diawali pernyataan Daimyo Satsuma, Coshu, Tosa, dan Hizen untuk menyerahkan tanah dan rakyat mereka kepada raja pada bulan Maret 1869.18 Pada bulan juli istana melanjutkan hal ini dengan memerintahkan daimyo lain melakukan hal serupa. Dengan demikian program ini menghapuskan kekuasaan feodal daimyo, mereka kini menjadi gubernur yang berkuasa sebagai pejabat Kaisar. Banyaknya gubernur eks daimyo yang tidak ingin menanggung beban keuangan mendorong pemerintah menghapus Han mereka. Pada bulan Agustus 1871 terjadi merger besar-besaran satuan admisnistratif, dari 260 Han menjadi 72 Ken dan 3 Fu (3 propinsi penting Tokyo, Osaka, dan Kyoto).19

Selagi satuan-satuan administratif direorganisasikan, pemerintah pusat juga melakukan perombakan. Pada 1873 pemerintahan dilakukan oleh delapan kementrian yaitu: Kementrian Sipil/Dalam negeri, kementrian Luar Negeri, Keuangan, Angkatan Darat, Angkatan laut, Rumahtangga Kaisar, Kehakiman, Pekerjaan Umum, dan Pendidikan.20

Polisi menghadapi penjahat.

Polisi menghadapi penjahat.

Perubahan negara yang beralih dari feodal menjadi terpusat juga berdampak bagi masyarakat. Para samurai yang kehilangan hak istimewanya merasa tidak senang dengan hal ini. Larangan bagi samurai untuk membawa senjata menyebabkan pemberontakan Satsuma pada 1877 yang dipimpin Saigo Takamori. Keberhasilan tentara wajib militer yang diisi oleh rakyat jelata dalam menumpas pemberontakan ini kian menegaskan supremasi tatanan baru negara Jepang.21

Undang-Undang dan Konstitusi Meji

Untuk membentuk negara modern yang pemerintahannya kuat dan tidak bergantung pada tokoh-tokoh politiknya maka diperlukan sebuah sistem hukum dan konstitusi yang menjamin jalannya pemerintahan dan sejajar dengan negara-negara barat.

Untuk mewujudkannya diundang penasehat dari Prancis untuk menyusun suatu hukum pidana. Rancangannya selesai 1877 namun baru disahkan lima tahun kemudian setelah pembahasan yang amat teliti. Untuk hukum perdagangan digunakan penasehat dari Jerman yang menghasilkan Undang-Undang pada 1890. Undang-undang perdata yang mengurus perkawinan dan waris berjalan lebih lama lagi karena amat sensitif. Baru selesai diundangkan pada 1898.22

Okubo Toshimichi adalah politisi yang membentuk negara Meiji modern.

Okubo Toshimichi adalah politisi yang membentuk negara Meiji modern.

Menghindari terjadinya perdebatan panjang dalam perumusan konstitusi maka rancangannya dirahasiakan. Ito Hirobumi adalah perumus utamanya, ia membuat konstitusi yang dapat memenuhi kebutuhan pimpinan negara, bukan oposisinya. Di sini pengaruh Okubo sangat terasa.23 Rumusan konstitusi ini berkebalikan dengan tradisi Anglo-Amerika yang mengutamakan perimbangan kekuasaan dan saling cek antar cabang negara.

Industrialisasi

Saat menjadi mentri dalam negeri Okubo Toshimichi mengatakan bahwa industri manufaktur Jepang membutuhkan “perlindungan dan dorongan dari pemerintah Jepang dan pejabatnya.24 Ini menunjukkan watak industri era Meiji bukanlah industri swasta namun sebuah perusahaan pemerintah.

Industri-industri pertama adalah untuk melayani kepentingan militer, dibentuk sejak masa Bakufu. Industri militer Yokosuka yang dimiliki angkatan laut mengambil alih pabrik pengolahan besi Bakufu. Teknologi industri-industri yang dimiliki Jepang pada era Bakufu tidaklah memadai untuk menyaingi barat, untuk itu didatangkan pekerja dan insinyur Eropa di pusat-pusat industri ini.25

Industri-industri militer ini tidak hanya memproduksi peledak dan alat-alat militer namun juga berbagai peralatan modern lain. Bahkan produksi peledak dari arsenal angkatan darat lebih banyak digunakan untuk tambang daripada keperluan militer. Hampir semua proyek pembangunan pembangunan pemerintah seperti pembangunan mercu suar, jembatan, dan jalan menggunakan mesin yang diproduksi oleh arsenal militer.26

Jepang mampu memproduksi sendiri mesin-mesin uap yang digunakan dalam pembangunan era Meiji.

Jepang mampu memproduksi sendiri mesin-mesin uap yang digunakan dalam pembangunan era Meiji.

Setelah dijualnya sebagian aset industri militer kepada sipil, maka industri sipil dapat berkembang pesat dengan menggunakan aset dan pengetahuan (know-how) dari Industri militer.27 Dengan kata lain keberhasilan pembangunan industri swasta dan pemerintah adalah dari keberhasilan pemerintah Meiji menggalakkan industri militernya.

Masyarakat Baru Jepang

Salah satu cita-cita para pendukung restorasi Meiji adalah penghapusan 4 kelas masyarakat28 yang dibuat berdasarkan pada filsafat konfusianisme. Pemberantasan Pemberontakan Satsuma (1877) telah menghapuskan hak istimewa kelas samurai, digantikan oleh tentara wajib militer dari rakyat jelata. Penghapusan hak istimewa bagi samurai bukan berarti perbaikan hidup otomatis bagi rakyat jelata pedesaan. Mereka juga menghadapi tekanan pajak yang bila mereka kehilangan seluruh harta tanahnya akan memaksa mereka untuk mengadu nasib ke kota.29

Kebutuhan akan kaum terdidik menjadikan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah adalah niscaya. Saat kontitusi Meiji diumumkan pada 1889 Jepang telah memiliki pendidikan dasar 8 tahun, 4 tahunnya adalah wajib, dan 4 tahun sekolah menengah bagi mereka yang mampu. Lulusan sekolah menengah ini biasanya menjadi pegawai birokrasi rendahan atau perusahaan. Sekolah atas hanya terbuka bagi mereka yang dianggap dapat masuk universtas, untuk nantinya dapat masuk menjadi pejabat atau ke dunia usaha dan jurnalisme.30

Untuk memupuk identitas nasional, pendidikan militer diberikan di semua.

Untuk memupuk identitas nasional, pendidikan militer diberikan di semua.

Sekolah ini terbuka bagi siapa saja yang mampu membiayainya, tidak memandang kelahiran seseorang. Hal ini mengikis perbedaan kelas yang diwariskan dari Era Edo. Dengan terbukanya pintu pendidikan, maka seluruh masyarakat yang meraih pendidikan merasa dapat meraih semua posisi dalam masyarakat Jepang.31 Dengan adanya emansipasi dan peleburan ini, maka pendidikan Jepang pada Era Meiji telah mewujudkan kohesi nasional. Melalui pendidikan inilah era Meiji membentuk identitas dan budaya nasional baru sebagaimana kita kenal saat ini. Meski meninggalkan banyak unsur kebudayaannya (feodalisme, budaya pedesaan, dll) masyarakat Jepang tidak kehilangan identitas karena berhasil membentuk identitas baru.

_______________________

1Pemberontakan Boxer adalah pemberontakan yang bertujuan mengusir kekuasaan asing. Dimanfaatkan oleh Ibu Suri Cixi, pemberontakan ini berakhir dengan tunduknya Tiongkok pada kekuatan Koalisi yang di dalamnya terdapat Jepang. Edward J Lazzerini dan Richard Yang, The Chinese World (Saint Louis: Forum Press, 1978) halaman 41.

2Larry Gonick, Kartun Riwayat Peradaban Modern II (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2010) Halaman 105-106.

3Shogun berarti Jendral/Panglima Perang Agung tertinggi, suatu penguasa militer sekaligus feodal yang memegang kekuasaan de facto atas Jepang, Bakufu adalah tata pemerintahan di bawah Shogun tersebut.

4W.G. Beasley, Pengalaman Jepang (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003) Halaman 193-215.

5Larry Gonick, Larry Gonick, Kartun Riwayat Peradaban Modern II, halaman 104-105.

6W.G. Beasley, Pengalaman Jepang, halaman 242.

7Ibidem, halaman 246.

8Ryosuke Ishii, Sejarah Institusi Politik Jepang (Jakarta: Gramedia, 1988) halaman 122.

9W.G. Beasley, Pengalaman Jepang, halaman 247-248.

10Ibidem, halaman 251-252.

11Ryosuke Ishii, Sejarah Institusi Politik Jepang, halaman 123-124.

12“Meiji Restoration,” Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Meiji_Restoration. Diakses Kamis 22 Oktober 2015.

13Ryosuke Ishii, Sejarah Institusi Politik Jepang, halaman 124-125.

14“Meiji Restoration,” Wikipedia.

15Ryosuke Ishii, Sejarah Institusi Politik Jepang, halaman 126-127.

16W.G. Beasley, Pengalaman Jepang, halaman 259-271.

17Ibidem, 276-277.

18Ibidem, 277-278.

19Ryosuke Ishii, Sejarah Institusi Politik Jepang, halaman 130-131.

20“Government of Meiji Japan,” Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Government_of_Meiji_Japan. Diakses 22 Oktober 2015.

21Ibidem, halaman 135

22W.G. Beasley, Pengalaman Jepang, halaman 282.

23Ibidem, halaman 283.

24Ibidem, halaman 291.

25Kozo Yamamura, “Success Illgotten? The Role of Meiji Militarism in Japan’s Technological Progress,” The Journal of Economic History, Volume 37, Nomor 1 (Maret, 1977), halaman 114-116.

26Ibidem, halaman 116.

27Ibidem, halaman 117

28“Meiji Restoration,” Wikipedia.

29W.G. Beasley, Pengalaman Jepang, halaman 289.

30Ibidem, halaman 289-290.

31Ibidem.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s